Pemdes Jagalempeni

Pemdes Jagalempeni Lakukan Penyemprotan ke Rumah Warga dan Bangun Posko Covid-19 24 Jam

Jagalempeni, Brebes – Sebagai aksi lanjutan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di desa Jagalempeni, Kec. Wanasari, Brebes, Kepala Desa dibantu oleh pegawai pemdes, petugas gabungan dari Gugus Tugas Pencegahan, Banser, polisi, bhabinkamtibmas, karang taruna dan warga melakukan penyemprotan disinfektan massal ke rumah-rumah warga, tempat berkumpul, musholla, masjid dan beberapa lokasi lainnya pada Selasa, 31 Maret 2020 . Upaya ini juga dilaksanakan diberbagai wilayah di Indonesia sesuai dengan instruksi dari pemerintah.

Penyemprotan disinfektan hanyalah salah satu upaya pemerintah untuk melindungi warga dan sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran virus Covid-19, adapun faktor lain yang lebih berperan dalam pencegahan virus tersebut adalah kesadaran warga masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah. “Ini (penyemprotan disinfektan) adalah satu upaya pencegahan, yang paling penting adalah warga mau taat dengan himbauan pemerintah, (yaitu) lakukan aktifitas di rumah dulu, belajar di rumah, kerja di rumah, jaga kesehatan, minum vitamin, olah raga, berjemur pagi hari dan jangan lupa selalu cuci tangan. Jika hal itu dilakukan, insya Allah kita semua akan aman dari virus corona”, ujar Kepala Desa Jagalempeni.

Perlu diketahui, penyebaran virus ini semakin intens, dari 34 propinsi sudah 30 propinsi yang dilaporkan sudah terjangkit virus corona, yang artinya sudah menyebar ke 90% wilayah Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto, menyatakan sudah 1.414 orang positif Covid-19, 75 diantaranya berhasil sembuh dan 122 meninggal. Oleh karena hal itu dibeberapa daerah bahkan sudah memberlakukan Lockdown (Karantina Wilayah) di wilayahnya diantaranya Kota Tegal, Kota Tasikmalaya, Propinsi Papua, Propinsi Maluku, Kota Solo (Surakarta), Propinsi Bali, Propinsi Sumatera Barat, Kota Banda Aceh, Kota Makassar, dan Kabupaten Ciamis, bahkan ada beberapa kampung yang memberlakukan lokal lockdown dibeberapa daerah meskipun kepala daerah tersebut belum memberlakukan kebijakan lockdown.

Penularan virus Corona (Covid-19) pada dasarnya ada 3 cara yaitu

  1. Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin
  2. Kontak langsung seperti menyentuh dan berjabat tangan
  3. Menyentuh benda atau sesuatu yang telah ditempeli virus, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata

Dari 3 cara diatas, setidaknya ada 7 hal yang menjadi penyebab penyebaran virus Corona, yaitu

  1. Menyentuh benda yang sering disentuh oleh masyarakat, contohnya pintu minimarket, karpet masjid/ musholla, dll
  2. Tidak menjaga kebersihan tangan, tangan adalah anggota tubuh yang paling sering melakukan kontak dengan orang lain atau sesuatu, biasakan cuci tangan agar mencegah penyebaran virus corona
  3. Tidak menjaga kebersihan setelah bepergian
  4. Tidak menerapkan etika batuk dan bersin
  5. Melakukan interaksi dengan banyak orang, diantaranya melakukan kegiatan sosial, bekerja dan sekolah
  6. Tidak isolasi mandiri setelah bepergian dari wilayah pandemi, hal ini menyebabkan keluarga dan orang disekitarnya ikut terjangkit virus corona
  7. Dan yang paling penting yaitu kurangnya pemahaman mengenai virus corona

Mewaspadai hal tersebut, Pemdes Jagalempeni beserta seluruh desa di Kabupaten Brebes membentuk Gugus Tugas Covid-19 dan membangun posko Covid-19 di beberapa titik. Posko Covid-19 hanyalah fasilitas yang dibangun oleh Pemdes Jagalempeni, adapun efektifitas posko ini bergantung pada kesadaran masyarakat untuk ikut serta melakukukan pemantauan, setidaknya tetangga masing-masing. Jika ada pendatang dihimbau untuk lapor dan dicek kesehatan, meskipun tampaknya baik-baik saja. Laporan pendatang dapat diterima 24 jam di Posko Covid-19 Balai Desa Jagalempeni.

Ahmad Tajudin, selaku kepala desa Jagalempeni, meminta jajarannya untuk menempelkan spanduk dan pamflet sebagai sosialisasi dan himbauan. Dengan hal itu diharapkan masyarakat ikut serta mensukseskan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia, khususnya di Desa Jagalempeni. (may-kpmd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *